Mario Teguh Golden Ways – Antara Cinta dan Benci

Ada terjemahan pepatah jawa mengatakan jangan terlalu benci karena kepada seseorang karena kamu akan mudah jatuh cinta. Wajar sekali karena orang benci selalu ingat orang yang dibencinya. Seperti orang cinta yang selalu ingat orang  yang dicintainya. Apa saja yang mejadi sumber kegalauan dalam hubungan cinta ? Apa yang membesarkan dan menumbuhkan kita dalam cinta ?

Pertanyaan:
Ketika kita bicara mengenai cinta. Kadang-kadang kita melihat kepada diri sendiri, apakah kita sudah pantas menjadi pribadi yang dicintai ? Ada ketidaknyamanan disitu karena kita ragu-ragu apakah kita menjadi pribadi menjadi pribadi yang benar untuk bisa dicintai ? Pantaskah kita mencintai orang ? Mampukah orang lain mencintai kita? Bagaimana ketidaknyamanan ini harus dipahami?

Jawaban:
Yang menjadikan banyak orang minder itu adalah bukan karena kita kurang uang, kurang tinggi pangkat atau kurang kewenangan. Tetapi kadang-kadang kurang pantas untuk dicintai atau disayangi. Bahkan ada anak yang bertanya apakah aku seimbang di keluarga dengan saudara yang lain? Karena ada orang tua yang melebihkan kasih sayang kepada anak yang lain. Ada atasan yang melebihkan perhatian kepada bawahan yang lain. Nah pertanyaan apakah saya pantas dicintai dasarnya adalah sense of self worth – rasa bernilai. Anak-anak yang tumbuh dari keluarga yang baik, rasa nilai dirinya baik. Itu sebabnya mudah percaya diri. Yang menjadaikan masalah dalam hubungan cinta itu memang akan ada perbedaan. Sebagai kekuatan untuk menumbuhkan. Karena tidak ada kekasih yang tidak mengatur. Kekasih wanita itu semakin wanita akan semakin mengatur. Karena tidak ada orang dalam hubungan baik atau dicintai itu yang tidak dituntut menjadi orang seperti yang diharapakan oleh orang yang mencintainya. Itu sebabnya mulai ada konflik. Perbedaan antara orang yang dicintai dengan perilkaunya membuat kita mencintai orangnya dan membenci perilakunya. Itu yang menjadikan hubungan kita adalah cinta dan benci. Jangan sampai kita dibenci oleh orang yang tadinya mencintai kita karena kita menolak berlaku seperti yang diharapkan oleh orang yang mencintai kita. Itu.

Pertanyaan:
Dalam kehidupan sehari-hari kita terjebak dalam dikotomi hitam dan putih. Baik dan jahat. Laki-laki dan perempuan. Sepertinya dalam kita membenci sesuatu, kita tidak sama sekali merasakan cinta. Dalam tulisan Roger Dawson di buku Secret power of negotiating. Sebenarnya lawan dari cinta itu bukan benci tapi ketidakpedulian. Menurut Pak Mario, cinta itu lawannya benci? Ataukah ini bisa terjadi pada saat yang bersamaan ?

Jawaban:
Yang mematikan api itu air. Yang mematikan cinta adalah kekasaran. Kekasaran adalah ketidakpedulian terhadap hak orang untuk merasa baik. Itu sebabnya kita membenci. Tapi itu terjadi setelah cinta menurun. Sewaktu cinta masih hangat dan baru, tidak ada benci. Karena kita sedang mencintai konsep kita tentang kekasih. Bukan tentang orang itu. Kita tidak pernah bicara mengenai orang itu di awal cinta. Kita bicara tentang sebaiknya orang seperti ini. Itu sebabnya kita tidak melihat kesalahan. Itu sebabnya kita tidak mempan nasihat. Walaupun dinasihati seperti apapun oleh orang tua, kita tidak melihat. Dan di dalam pernikahan atau di dalam hubungan yang lebih dekat baru ketahuan bagaimana orang itu tidak berlaku hormat, tidak mendengarkan. Karena kekasih itu pertama kali atau di awal cinta melihat satu sama lain. Tapi yang menjadikan pernikahan itu indah kalau keduanya melihat pada arah yang sama yaitu kehidupan yang jujur, setia dan menghormati satu sama lain. Saya setuju, yang mematikan cinta adalah ketidakpedulian.

Pertanyaan:
Mengapa bila kita mencintai seseorang dengan perbuatan dari orang yang kita cintai itu menyakiti hati kita sehingga mengurangi rasa cinta kepada orang yang kita cintai itu. Mengapa bisa demikian ?

Jawaban:
Mengapa bisa demikian sebetulnya tanya ke dia. Dia yang menyakiti hati ibu kok. Maksudnya mengapa samai hati?
Begini. Orang yang disakiti oleh kekasihnya harus sadar bahwa dia sedang jatuh cinta kepada orang kecil. Orang besar itu keinginannya memuliakan hati orang lain. Orang kecil memuliakan dirinya at the cost / at the expense / dengan biaya sakit hatinya orang lain. Jadi Anda tahu, Anda sedang jatuh cinta kepada orang yang tidak sesuai dengan masa depan kebesaran Anda. Keindahan dari masa muda adalah tidak tahu itu tidak mungkin. Itu sebabnya mereka jadi. Karena tidak membatasi diri oleh pendapat orang lain yang seperti tidak mungkin. Jadi abaikan hal-hal kecil. Sakit-sakit hati kecil. Katakan kepada kekasih. Bagaimana kita menjadi sahabat seumur hidup kalau kamu tidak ramah kepadaku. Bukan kurangnya cinta yang merusak kebahagiaan. Tapi tidak cukupnya persahabatan. Itu.

Pertanyaan:
Kalau kita bicara tentang cinta. Rasanya adalah sesuatu yang begitu kuat. Karena perasaan cinta adalah sulit untuk dibendung. Yang menjadi masalah adalah kalau cinta itu membuat kita berubah. Apakah itu wajar? Perubahan menjadi kontradiksi dalam hati ketika kita mencintai seseorang ?

Jawaban:
Kalau tidak ada cinta, kita tidak tumbuh. Jadi hubungan kasih sayang entah itu pendekatan atau pernikahan. Kalau tidak ada kekuatan untuk merubah satu satu sama lain, itu bukan hubungan yang sehat dan pasti bukan hubungan cinta. Karena cinta pasti menuntut perbaikan. Tidak mungkin mencintai tanpa menuntut. Ibu mencintai anaknya, menuntut anaknya untuk disiplin dan rajin. Istri yang mencintai suaminya pasti menuntut untuk memperhatikan dia dan keluarganya. Juga sebaliknya. Berarti tidak ada orang mencintai seseorang tanpa menuntut. Karena ada tuntutan maka ada kontradiksi. Kontradiksi itu ada tanda pertumbuhan. dengarkan kalimat ini dengan hati-hati. Adanya kontradiksi bukanlah tanda ketidakbahagiaan. Seperti tidak adanya kontradiksi bukanlah tanda kebahagiaan. Tidak adanya pertentangan bukan kedamaian. Itu hanya konsensus. Dan biasanya niatnya tidak jujur. Keluarga tidak bisa dilarang berbeda pendapat. Cinta itu tidak boleh melemahkan kita. Love and power should go hand in hand. Tanda bahwa seseorang akan menjadi pembesar. Even in love, he loves powerfully. Bahkan dengan cinta, dia mencintai dengan kekuatan. Artinya kalau tidak setia, kita berakhir. Anda tidak jaga kehormatanku, kita berakhir. Pasangan takut sekali melanggar yang saya minta karena saya tegas. Jadi bukan menurut itu yang baik. Tetapi menuruti keindahan pribadi yang sebagaimana diharapkan orang lain. Dan menuntut keindahan pribadi yang kita harapkan kepada orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: