Masih Manusia

Cerita hidup
Malam kembali buka setiap luka yang terikat erat di peti hati,
mencabik hingga berdarah kembali semua carut yang sempat akan sembuh. Kenapa tak Kau kabulkan saja doaku biar aku tak perlu murka bagai Shiva setiap memoriku kembali mundur ke saat percayaku dilempar untuk dimakan anjing liar?
Kenapa tak Kau berikan saja apa yang kumau agar aku tak perlu mendendam seperti Lucifer setiap ingatanku berbalik ke waktu jiwaku tahu bahwa tak akan ada yang mampu dimilikinya secara utuh tanpa tersembunyi tanpa rahasia? Ajari aku memaafkan dengan tulus, ajari aku untuk tak mempercayai seorang pun, ajari aku agar tak
berharap mereka ada saat aku butuh, ajari aku untuk tak selalu ada saat mereka perlu.
Ajari aku, karena aku muak, karena aku bosan, karena aku masih mengingat, karena aku hanya manusia.
Selalu saja tertoreh semua ulasan yang tak akan pernah ada
akhirnya. Selalu saja semua berjalan berkelok dan tak pernah ada kata lurus selurusnya hingga kita berada pada tempat yang sangat nyaman hingga akhir. Aku tahu kau pun tahu setiap cerita ada
sebuah bengkokan yang menghiasinya. Dan aku tak akan banyak bicara karena kutahu sekarang bibirku jarang bisa berkompromi dengannya hingga apa yang aku maksud tak bisa diterka. Kugores,
kulukis, kutulis. Hitam putih hitam putih dan semua warna yang dapat terpendar di dunia ini. Dan hanya berselang tawa dan tangis.
Kau hanya manusia. Aku hanya manusia. Kita hanya manusia biasa. Hampir habis tinta dan penaku pernah patah, pernah aku coba menulis di atas kertas hitam dengan batu kapur namun yang
terlihat hanya pekat dan terang, mendung dan cerah. Kucari
warna itu, kupecahkan dengan prisma hati dari cahaya putih
hingga setiap rasa bisa kukecap dengan lidahku. Aku pikir aku akan selalu bahagia, tak perlu lagi sepi dan sendu. Dia benar, aku salah.
Abadi tak akan pernah ada. Tapi jiwaku keras kepala, masih berusaha mempercayai keabadian itu ada.

Source : kompasiana

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: