Asiknya Jadi Jomblo

Menjadi seorang jomblo pada umumnya menjadi sebuah dilema.
Mengapa dilema? Ya banyak alasan yang melatarbelakangi
tentunya … Salah satu alasan tersebut misalnya karena belum siap
untuk menjalankan hubungan dengan orang lain dalam arti
“ pasangan”. Dalam bahasa gaulnya, disebut hubungan pacaran.
Namun, bila digali lebih dalam lagi alasan mengapa seseorang
masih menyandang status “jomblo” yang paling ekstrim adalah
karena nggak laku-laku, hehehe… Maaf ya, bila ada yang
tersinggung, hahaha… (becanda koq, hehehe…)
Menjadi seorang jomblo adalah sebuah pilihan. Taka ada orang
yang melarang siapapun untuk menjadi jomblo. Namun, faktanya
banyak orang yang tidak menyukai status sebagai jomblo. Karena
sebagian besar dari mereka beranggapan nbahwa menjadi
seorang jomblo adalah sebuah kerugian, hehehe …
Eitsss, nanti dulu boss… banyak manfaat menjadi seorang jomblo
lho… Berikut ini beberapa manfaat menjadi seorang jomblo.
Mudah Menjalin Hubungan Baru
Banyak lajang yang merasa sedih dan putus asa, belum dapat
pasangan sampai saat ini. Ladies, jadi lajang bukan berarti Anda
sendirian atau kesepian. Anda punya banyak waktu untuk
bertemu dengan orang baru, dan menjalin pertemanan dengan
siapa pun tanpa dicemburui siapa pun.
Memikirkan Diri Sendiri
Ngaku deh, yang sudah punya pasangan, kepala Anda tentu
terbagi untuk memikirkan kepentingan si dia dan diri sendiri.
Bahkan seringkali, Anda terpaksa mengorbankan waktu pribadi
untuk dia. Bandingkan menjadi lajang, Anda punya banyak waktu
memikirkan diri sendiri.
Menjadi Lebih Sehat
Kalau punya pasangan suka begadang, paling tidak Anda mesti
menemani si dia jalan, minimal menerima teleponnya selarut apa
pun. Hal itu tidak akan terjadi kalau Anda lajang, bisa tidur lebih
awal. Imbasnya, Anda lebih sehat.
Jauh Dari Stres
Ada seorang teman yang selalu curhat soal kebiasaan buruk
pasangannya dan sikap keluarganya yang belum bisa menerima
dirinya sepenuhnya. Akibatnya, konsentrasi si wanita terganggu
dan mudah stres. Bila Anda lajang, hal itu tidak terjadi. Dengan
catatan, Anda menerima dan enjoy dengan status lajang Anda,
kalau tidak, tetap saja Anda stres, ya kan?
Jauh Dari Sakit Hati
Berapa banyak lelaki bisa setia? Hm, seperti menemukan jarum di
tumpukan jerami. Itu risiko yang harus Anda tanggung kalau
punya pasangan. Sebaliknya, saat Anda melajang, pertarungan
terberat yang perlu dihadapi adalah kesendirian, dan bisa
ditanggulangi jika Anda punya banyak teman.
Jadi Lajang Itu Murah
Tak perlu menyiapkan dana untuk dua orang kalau Anda pergi ke
mana-mana. Memang, kalau pacaran, ada pasangan yang
membayari makanan. Tetapi, berapa banyak, sih? Kadang, Anda
pun harus membayar diri sendiri juga, atau kalau pasangannya
matre, Anda yang kena. Jadi lajang, lebih murah, karena hanya
harus bayar untuk 1 orang saja.
Banyak Waktu untuk Keluarga
Biasanya kalau punya pasangan, waktu Anda lebih banyak
dihabiskan bersama si dia. Keluarga sering dijadikan urutan ke
sekian. Nah, kalau lajang, Anda punya banyak waktu untuk
keluarga.
Leluasa Mewujudkan Rencana Sendiri
Seorang teman mendapat beasiswa ke luar negeri. Tetapi karena
mau menikah, pendapat calon suaminya mesti ia dengarkan
sehubungan dengan rencananya. Sialnya, calon suaminya tak
mau ditinggal setelah menikah. Maka bimbanglah ia, memilh
meneruskan kuliah atau menuruti permintaan calon suaminya.
Kalau Anda jadi lajang, Anda bebas mewujudkan rencana dan
impian Anda.
Bisa Berkencan dengan Siapa Saja
Dengan status lajang, Anda bisa berkencan dengan siapa saja.
Mau menonton dengan si A, makan malam dengan si B, jalan-
jalan bersama si C, tak ada yang melarang. Sambil, tentu saja,
kalau masih berniat dapat pasangan, leluasa memilih mana yang
pas jadi pendamping Anda.
Fokus Pada Karier
Mau bekerja akhir pekan, atau lembur, atau ditugaskan ke mana
saja, demi meningkatkan karier, Anda tak perlu minta izin, kecuali
kepada orangtua. Tanpa pasangan, Anda bisa memutuskan
sendiri langkah terbaik untuk meniti karier.
Bebas Melakukan Kesenangan dan Hobi
Bayangkan bila hobi Anda travelling, sementara pasangan Anda
tidak suka. Atau hobi Anda shopping, sementara si dia gemar
menabung. Banyak pula perempuan yang suka hangout,
sementara pasangannya sukanya berdiam diri di rumah. Bila Anda
lajang, Anda bebas melakukan hobi Anda.
Bebas Berpakaian ala Anda
Banyak pasangan suka mengatur bahkan mengatur penampilan
Anda. Syukur-syukur kalau pilihannya cocok dengan Anda. Kalau
tidak, Anda tidak menjadi diri sendiri. Tetapi saat Anda melajang,
bebas mengenakan busana apa pun yang Anda sukai. Asal pede,
tak ada yang berani mengkritik atau berusaha mengubah Anda.
Tak Ada Wajib Lapor
Berapa kali Anda harus menelepon si dia mengatakan Anda ada di
mana, sedang apa, dan apa yang akan Anda lakukan? Itu
konsekuensi menjadi pasangan seseorang. Tetapi kalau Anda
melajang, Anda bebas melakukan apa yang Anda suka. Yang
perlu Anda lakukan adalah bertanggung jawab pada diri sendiri.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: