Ciri-ciri Gigolo di Pantai Kuta BALI

Di Pantai Kuta Bali praktik gigolo sudah ada sejak 20 tahun lalu.
Keberadaanya dapat diketahui secara nyata. Mereka memiliki ciri-
ciri tersendiri bila akan mencari mangsanya.
Jony Combor, salah satu gigolo pantai menyatakan, aktifitas gigolo
pantai berbeda dengan gigolo umumnya, seperti di cafe atau
tempat hiburan.
Menurutnya, operasi gigolo Kuta, juga berbeda dengan gigolo
yang ada di Ubud Gianyar yang mencari mangsa di sebuah café
atau Bar. Jika mangsa sudah kena biasanya mereka diajak ke villa-
villa.
Gigolo-gigolo tersebut kerap sengaja dihubungi tamunya sebelum
tiba di Bali. Kemudian diminta untuk menemani sang tamu selama
berlibur di Bali.
“Mereka juga memiliki teman tamu yang kapasitasnya menemani
turis selama 2-3 minggu, seperti jalan-jalan, shoping hingga
menghantar liburan ke wilayah lain seperti Lombok,” kata Jony
Combor, Selasa (27/4).
Diantara mereka ada yang berhubungan, ada juga yang tidak.
“Bisa dikatakan mereka ini sebagai guide tidak resmi,” ujarnya.
Berbeda dengan gigolo pantai, cirinya antara lain biasanya berbada
kekar, berkulit hitam, dekil, gondrong tanggung, rambut diwarnai,
suka mengenakan celana melorot, dan suka berjemur.
“Itu ciri-ciri yang menonjol, jika mencari mangsa biasanya mereka
mendekati target yang sedang berjemur dengan bahasa asing
sehari-harinya,” katanya.
Bahasa yang sering digunakan untuk mendekati tamu seperti “Hi..
how are you”. Jika to the point gigolo ini akan mengatakan “you
like jig-ijigg?” jigg-ijigg adalah salah satu istilah bahasa gaul dari
Australia yang biasa digunakan oleh bule-bule yang ingin
melakukan seks.
Jika targetnya orang Jepang, bahasa yang digunakan “Moshi-
moshi …, anata wa daisuki icha-icha, desu ka”?? artinya “halo apa
anda mau ‘bercinta’ dengan saya?”
Sulitnya, tempat nongkrong para gigolo ini tidak bisa ditebak. Tapi,
biasanya berada di warung-warung sepanjang Pantai Kuta.
Berbeda dengan di kawasan Ubud Gianyar, ciri-ciri mereka hampir
sama, celana oblong, kekar, dan mengenakan topi miring,
kacamata hitam.
Mereka bukan asli Kuta, rata-rata mereka dari wilayah lain seperti
Buleleng, Singaraja, Karangasem, bahkan dari Banyuwangi dan
Jember.
“Di ubud juga banyak, biasanya mereka nongkrong dekat tempat
wisata Monkey Fores, di samping lapangan, di jalan Dewi Sita,
mereka biasanya di Villa-villa,” katanya.
Sumber – VivaNews

About these ads

5 Tanggapan

  1. Aq pgen jdi di gigolo

  2. Aku pgen jd gigolo

  3. Every man deserves a pleasant and full relaxation time after his long-hour working. One of the way to reach that relaxing moment in your tiring day is to get your body massaged. Before continuing this message, let me introduce myself. My name’s David, 30 year-old athletic man body. I will always ready to give a full body massage service. My current tariff for a full body massage is at RP 650.000 ($ 85) per hour per hour. For further info about the tariff and desired service required or offered, you may contact me at 081284007873/ +6281284007873. I only serve a CALL OUT SERVICE and MAN FOR MAN ONLY!

    • Nh inviT my pin 2a901074

  4. Yang aku tahu gigolo di Bali bukan mengincar harta “cash” para bule2itu tapi investasi para bule itu di Bali. Tapi tetep aja hasil investasinya mereka kcipratan juga1
    hahahaha

    By:(:-P)ai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: